Studi Kritis Hadis Dua Belas Orang Munafik

Studi Kritis Hadis Dua Belas Orang Munafik

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

Oleh J Algar

Di zaman sekarang virus salafy nashibi telah menyebar kemana-mana bahkan menjangkiti mereka yang tidak mengaku salafy. Hal ini disebabkan mereka sering membaca tulisan-tulisan salafy yang tampak ilmiah dipenuhi hadis-hadis yang ditafsirkan secara bathil. Terdapat hadis yang menjadi salah satu korban kebatilan kaum salafy dan pengikutnya yaitu hadis dua belas orang munafik diantara sahabat Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim maka tak ada jalan lain bagi nashibi melemahkannya selain membuat tafsir-tafsir bathil demi membela doktrin yang mereka anut yaitu “keadilan sahabat ala nashibi”.

Yang kami maksud dengan “keadilan sahabat ala nashibi” adalah mereka menampakkan dalam perkataan mereka kalau semua sahabat itu adil tidak maksum tetapi dalam hati mereka, sahabat adalah maksum, tidak boleh dikritik, disalahkan dan dicela apapun maksiat yang mereka perbuat. Setiap maksiat dan kesalahan harus dinyatakan ijtihad yang mendapatkan pahala. Baca Selanjutnya

Advertisements

Sahabat Nabi Yang Ingin Membunuh Beliau saw.

Sahabat Nabi Yang Ingin Membunuh Beliau saw.

SUMBER:Jakfari.Wordpress.Com

Oleh Ibnu Jakfari

.

Ada sebuah dokumen yang rasa-rasanya agak rahasia terlanjur ditulis oleh sebagian ulama Ahluusunnah… dokumen rahasia tentang persekongkolan sebagian sahabat (tentunya yang munafik) untuk membunuh Nabi Muhammad saw. dengan menggelincirkan kendaraan yang beliau tunggangi dari atas tebing tajam yang sangat tinggi sepulang beliau dari perang Tabûk. Dokumen kejahatan itu mereka sebutkan terkait dengan tafsir ayat 74 surah at Taubah [9]: Baca Selanjutnya

Siapa Bilang Kaum Munafik Bukan Sahabat Nabi Saw.?!

Siapa Bilang Kaum Munafik Bukan Sahabat Nabi Saw.?!

SUMBER: jakfari.wordpress.com

Oleh Ibnu Jakfari

Sekali lagi Anda saya ajak melihat dari dekat kerancuan konsep keadilan seluruh sahabat yang menjadi andalan Mazhab Sunni dalam mempertahankan berbagai doktrinnya di samping kerancuan dan celah yang sudah saya sebutkan dalam beberapa artikel sebelumnya.

Apabila ada peneliti yang menyajikan data-data penyimpangan, pelanggaran, pembangkangan para sahabat mereka (ulama Sunni dan tentunya juga kaum awamnya) segera mengatakan mereka yang disebutkan dalam data-data dan nash (Al Quran dan Sunnah) adalah kaum munafik! Dan kaum munafik bukan termasuk sahabat Nabi saw! Jangan masukan munafik ke dalam daftar sahabat Nabi Saw.! Munafik ya munafik!

Demikianlah kurang lebih pembelaan yang mereka lontarkan.

Tetapi benarkan kaum munafik itu bukan sahabat Nabi Saw.? Baa Selanjutnya

Sahabat Nabi Yang Dikatakan Munafik Dalam Shahih Muslim?

Sahabat Nabi Yang Dikatakan Munafik Dalam Shahih Muslim?

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

Oleh J Algar

Judul yang sensasional, mungkin ya tapi silakan dibaca dulu dengan seksama dan berikan penilaian yang objektif. Pembicaraan seputar sahabat Nabi memang sangat sensitif, setidaknya bagi kalangan tertentu. Kenapa? Karena sahabat Nabi lebih dikenal sebagai orang-orang yang mulia, suri tauladan yang agung dan orang yang berjasa besar bagi umat Islam. Saya tidak menyangkal hal itu, tetapi seperti biasa cara berpikir fallacyus ala generalisasi yang menjangkiti sebagian orang terkadang mengundang tanda tanya bagi orang  yang mau menggunakan akalnya. Mereka beranggapan bahwa sahabat Nabi tidak boleh dikritik, barang siapa yang berani mengkritik sahabat Nabi maka tak peduli kritikannya benar atau tidak, ia akan dianggap telah mencela sahabat Nabi. . Baca Selanjutnya

Sahabat Nabi Yang Dikatakan Fasiq Dalam Al Qur’anul Karim

Sahabat Nabi Yang Dikatakan Fasiq Dalam Al Qur’anul Karim

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

Dengan dalih konsep “Keadilan Sahabat” Seorang sahabat yang jelas-jelas berdusta kepada Nabi SAW dan di cap Fasiq oleh Allah SWT, maka riwayatnya pun tetap diandalkan oleh para ulama ahli hadis (Ahlussunnah) salah satu contoh adalah al Walid bin Uqbah (Admin: Keadilan Sahabat)

Oleh J Algar

Allah SWT telah mengingatkan Umat Islam agar berhati-hati terhadap setiap kabar yang disampaikan oleh orang Fasik dan harus diteliti terlebih dahulu kebenarannya. Karena barangsiapa mengambil keputusan berdasarkan keterangan orang fasik tersebut dimana pada saat itu orang fasik tersebut telah berdusta atau keliru maka itu berarti telah mengikuti jalan kerusakan. Padahal Allah SWT telah melarang kita umat islam untuk mengikuti jalan kerusakan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al Hujurat 6-8. Continue reading

Potret Sahabat Nabi saw al Walîd bin ‘Uqbah

Potret Sahabat Nabi saw al Walîd bin ‘Uqbah

SUMBER:jakfari.wordpress.com

Dengan dalih konsep “Keadilan Sahabat” Seorang sahabat yang jelas-jelas berdusta kepada Nabi SAW dan di cap Fasiq oleh Allah SWT, maka riwayatnya pun tetap diandalkan oleh para ulama ahli hadis (Ahlussunnah) salah satu contoh adalah al Walid bin Uqbah -Admin: Keadilan Sahabat-

Oleh Ibnu Jakfari

Sahabat agung  -“jalîl”- lain kebanggaan Ahlusunnnah adalah al Walîd bin ‘Uqbah bin Abi Mu’aith saudara seibu Khalifah Utsman bin Affân yang hingga masa kekhalifahaannya ia percayai untuk menjabat sebagai Gubenur kendati ia fasik.

Tentang siapa dan bagaimana sepak-terjangnya yang mungkin dapat “menjadi teladan” bagi para pemuda  Salafy/Sunni penuh semangat, simak uraian di bawah ini!

Ibnun Hajar al Asqallâni memperkenalkan kepada kita tentang siapa sejatinya al Walîd bin ‘Uqbah, ia berkata, “Al Walîd bin ‘Uqbah bin Abi Mu’aith … al Umawi, saudara seibu Ustman bin Affân ibu mereka bernama Arwâ binti Karîz bin Rabî’ah…

Ayahnya (‘Uqbah) dipancung setelah selesai parang Badr. Ia (‘Uqbah) sangat membenci dan ganas terhadap kaum Muslimin, banyak mengganggu Rasulullah saw. ia ditawan dalam perang Badr lalu Nabi saw. memerintahkan agar ia dibunuh. Ia barkata, ‘Hai Muhammad (jika engkau bunuh aku) siapa yang akan mengurus anak-anakku?’ Nabi saw. berkata, ‘Anak-anakmu untuk neraka!Baca Selanjutnya

Orang Yang Dilaknat Allah dan Rasul-Nya Tetap Diambil Hadisnya?

Orang Yang Dilaknat Allah dan Rasul-Nya Tetap Diambil Hadisnya?

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

Oleh J Algar

Salah satu masalah besar dalam ilmu hadis adalah inkonsistensi terkait dengan jarh [celaan] dan ta’dil [pujian]. Bagi orang awam ilmu hadis terkesan begitu ilmiah dimana setiap perawi yang menyampaikan hadis mesti dinilai kredibilitasnya tetapi mereka tidak memperhatikan kalau penilaian kredibilitas perawi bersifat “apa adanya” dan “tidak bisa diverifikasi”. Jika seorang perawi dikatakan tsiqat oleh ulama maka tidak ada yang bisa dilakukan kecuali menerima atau jika mau menolak maka harus merujuk pada ulama lain pula. Tidak ada suatu metode yang bisa digunakan untuk memastikan apakah penilaian seorang ulama terhadap suatu perawi adalah benar atau keliru. Baca Selanjutnya